™[]Klik Judul Postingan Untuk Melihat Isi Selengkapnya!![]™

Selasa, 30 Oktober 2012

0 Bara Api Menjadi Butiran Mutiara

Kisah ini terjadi pada zaman Nabi Isa as. Pada saat itu hiduplah seorang wanita salihah yang selalu taat melaksanakan ibadah dan bahkan jika ia sedang beribadah, maka ia lupa segala-galanya karena hati dan pikirannya hanya tertuju kepada Allah SWT semata. Kisahnya. Pada suatu hari wanita salihah itu sedang menanak nasi. Di tengah-tengah kesibukannya mamasak, tiba-tiba datanglah waktu shalat. Maka ia pun menghentikan kegiatannya dan langsung beranjak untuk mengerjakan shalat. Ketika ia sedang terlena dalam kekhusukan ibadahnya, datanglah iblis laknatullah yang ingin menggoda dan menyesatkan wanita itu dari jalan Allah SWT. Iblis ingin merusak ibadahnya dengan suatu cara yang dapat mengkhawatirkan hati wanita mulia itu. Akhirnya iblis menyamar sebagai seorang wanita dan masuk ke dalam rumahj wanita salihah itu sembari berkata, "Aku akan menghanguskan masakanmu ini." Meski iblis telah melaksanakan segala rencana jahatnya itu, akan tetapi wanita salihah itu tetap khusyuk dalam ibadahnya, bahkan seolah-olah sudah tidak mempedulikan kehidupan dunianya lagi. Semuanya itu ia lakukan demi untuk mencari ridha Allah SWT. Setelah mengetahuinya usahanya tidah membuahkan hasil, iblis kemudian menggunakan cara lain. Kemudian diambillah anak wanita salihah itu untuk dibakar. Karena menurut anggapan iblis, bahwa seorang ibu pasti tidak tega jika anaknya celaka. Akan tetapi justru sebaliknya, wanita salihah itu tidak menunjukkan rasa cemas atas apa yang akan menimpa anaknya. Bahkan ia tetap khusyuk dalam beribadah, karena ia selalu yakin bahwa Allah SWT pasti akan menolongnya. Ketika iblis memasukkan anak wanita salihah itu ke dalam kobaran api, pada saat itu juga Allah SWT menjadikan bara api menjadi butiran-butiran mutiara yang berwarna merah. Kabar tersebut akhirnya sampailah kepada Nabi Isa as. Nabi Isa as bertanya, "Mengapa semua itu bisa terjadi?" "Wahai Nabiyullah, Setiap kali saya berhadats, saya selalu berwudhu kembali dan setiap kali ada orang yang meminta, maka saya selalu memberi dan aku selalu menanggung derita sebagaimana yang ditanggung oleh orang-orang yang mati," jawab wanita salihah itu.

0 SYAHID SELEPAS MENGUCAPKAN SYAHADAT

suatu ketika tatkala Rasulullah S.A.W sedang bersiap di medan perang Uhud, tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga. Seorang lelaki yang bernama Amar bin Thabit telah datang menemui baginda. Dia rupanya ingin masuk Islam dan akan ikut perang bersama Rasulullah S.A.W. Amar ini berasal dari Bani Asyahali. Sekalian kaumnya ketika itu sudah Islam setelah tokoh yang terkenal Saad bin Muaz memeluk Islam. Tetapi Amar ini enggan mengikut kaumnya yang ramai itu. Keangkuhan jahiliyyah menonjol dalam jiwanya, walaupun dia orang baik dalam pergaulan. Waktu kaumnya menyerunya kepada Islam, ia menjawab, "Kalau aku tahu kebenaran yang aku kemukakan itu sudah pasti aku tidak akan mengikutnya." Demikian angkuhnya Amar. Kaum Muslimin di Madinah pun mengetahui bagaimana keanehan Amar di tengah-tengah kaumnya yang sudah memeluk Islam. Ia terasing sendirian, hatinay sudah tertutup untuk menerima cahaya Islam yang terang benderang. Kini dalam saat orang bersiap-siap akan maju ke medan perang, dia segera menemui Nabi S.A.W, menyatakan dirinya akan masuk Islam malah akan ikut berperang bersama angkatan perang di bawah pimpinan Nabi S.A.W. Pedangnya yang tajam ikut dibawanya. Nabi S.A.W menyambut kedatangan Amar dengan sangat gembira., tambah pula rela akan maju bersama Nabi Muhammad S.A.W. Tetapi orang ramai tidak mengetahui peristiwa aneh ini, kerana masing-masing sibuk menyiapkan bekalan peperangan. Di kalangan kaumnya juga tidak ramai mengetahui keIslamannya. Bagaimana Amar maju sebagai mujahid di medan peperangan. Dalam perang Uhud yang hebat itu Amar memperlihatkan keberaniannya yang luar biasa. Malah berkali-kali pedang musuh mengenai dirinya, tidak dipedulikannya. Bahkan dia terus maju sampai saatnya dia jatuh pengsan. "Untuk apa ikut ke mari ya Amar !" Demikian tanya orang yang heran melihatnya, sebab sangka mereka dia masih musyrik. Mereka kira Amar ini masih belum Islam lalau mengikut saja pada orang ramai. Dalam keadaan antara hidup dan mati itu Amar lalu berkata, "Aku sudah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, lalu aku siapkan pedangku dan maju ke medan perang. Allah akan memberikan syahidah padaku dalam waktu yang tidak lama lagi." Amar meninggal. Rohnya mengadap ke hadrat Illahi sebagai pahlawan syahid. Waktu hal ini diketahui Rasul S.A.W, maka baginda pun bersabda,, "Amar itu nanti akan berada dalam syurga nantinya." Dan kaum Muslimin pun mengetahui akhir hayat Amar dengan penuh takjub, sebab di luar dugaan mereka. Malah Abu Hurairah r.a sahabat yang banyak mengetahui hadith Nabi S.A.W berkata kaum Muslimin, "Cuba kamu kemukakan kepadaku seorang yang masuk syurga sedang dia tidak pernah bersyarat sekalipun juga terhadap Allah." "Jika kamu tidak tahu orangnya." Kata Abu Hurairah r.a lagi, lalu ia pun menyambung, ujarnya, "Maka baiklah aku beritahukan, itulah dia Amar bin Thabit." Demikianlah kisah seorang yang ajaib, masuk syurga demikian indahnya. Ia tidak pernah solat, puasa dan lain-lainnya seperti para sahabat yang lain, sebab dia belum memeluk Islam. Tiba-tiba melihat persiapan yang hebat itu, hatinya tergerak memeluk Islam sehingga ia menemui Nabi S.A.W . Ia menjadi Muslim, lalu maju ke medan perang, sebagai mujahid yang berani. Akhirnya tewas dia dengan mendapat syahadah iaitu pengakuan sebagai orang yang syahid. Mati membela agama Allah di medan perang. Maka syurgalah tempat bagi orang yang memiliki julukan syahid. Nabi S.A.W menjamin syurga bagi orang seperti Amar ini.

Minggu, 28 Oktober 2012

0 Kisah Berpisahnya roh dari jasad dikutip dari dongeng islami

Dalam sebuah hadist dari Aisyah r.a katanya, "Aku sedang duduk bersila di dalam rumah. Tiba-tiba Rasulullah S.A.W datang dan masuk sambil memberi salam kepadaku. Aku segera bangun kerana menghormati dan memuliakannya sebagaimana kebiasaanku di waktu baginda masuk ke dalam rumah. Nabi S.A.W bersabda, "Duduklah di tempat duduk, tidak usahlah berdiri, wahai Ummul Mukminin." Maka Rasulullah S.A.W duduk sambil meletakkan kepalanya di pangkuanku, lalu baginda berbaring dan tertidur. Maka aku hilangkan uban pada janggutnya, dan aku dapat 19 rambut yang sudah putih. Maka terfikirlah dalam hatiku dan aku berkata, "Sesungguhnya baginda akan meninggalkan dunia ini sebelum aku sehingga tetaplah satu umat yang ditinggalkan olehnya nabinya." Maka aku menangis sehingga mengalir air mataku jatuh menitis pada wajah baginda. Baginda terbangun dari tidurnya seraya bertanya, "Apakah sebabnya sehingga engkau menangis wahai Ummul Mukminin?" Masa aku ceritakan kisah tadi kepadanya, lalu Rasulullah S.A.W bertanya, "Keadaan bagaimanakah yang hebat bagi mayat?" Kataku, "Tunjukkan wahai Rasulullah!" Rasulullah S.A.W berkata, "Engkaulah katakan!," Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada keadaan lebih hebat bagi mayat ketika keluarnya mayat dari rumahnya di mana anak-anaknya sama-sama bersedih hati di belakangnya. Mereka sama-sama berkata, "Aduhai ayah, aduhai ibu! Ayahnya pula mengatakan: "Aduhai anak!" Rasulullah S.A.W bertanya lagi: "Itu juga termasuk hebat. Maka, manakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada hal yang lebih hebat daripada mayat ketika ia diletakkan ke dalam liang lahad dan ditimbuni tanah ke atasnya. Kaum kerabat semuanya kembali. Begitu pula dengan anak-anak dan para kekasihnya semuanya kembali, mereka menyerahkan kepada Allah berserta dengan segala amal perbuatannya." Rasulullah S.A.W bertanya lagi, "Adakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah, "Hanya Allah dan Rasul-Nya saja yang lebih tahu." Maka bersabda Rasulullah S.A.W : "Wahai Aisyah, sesungguhnya sehebat-hebat keadaan mayat ialah ketika orang yang memandikan masuk ke rumahnya untuk emmandikannya. Maka keluarlah cincin di masa remaja dari jari-jarinya dan ia melepaskan pakaian pengantin dari badannya. Bagi para pemimpin dan fuqaha, sama melepaskan serban dari kepalanya untuk dimandikan. Di kala itu rohnya memanggil, ketika ia melihat mayat dalam keadaan telanjang dengan suara yang seluruh makhluk mendengar kecuali jin dan manusia yang tidak mendengar. Maka berkata roh, "Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah, lepaskanlah pakaianku dengan perlahan-lahan sebab di saat ini aku berehat dari kesakitan sakaratul maut." Dan apabila air disiram maka akan berkata mayat, "Wahai orang yang memandikan akan roh Allah, janganlah engkau menyiram air dalam keadaan yang panas dan janganlah pula dalam keadaan sejuk kerana tubuhku terbakar dari sebab lepasnya roh," Dan jika merea memandikan, maka berkata roh: "Demi Allah, wahai orang yang memandikan, janganlah engkau gosok tubuhku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh." Apabila telah selesai dari dimandikan dan diletakkan pada kafan serta tempat kedua telapaknya sudah diikat, maka mayat memanggil, "Wahai orang yang memandikanku, janganlah engkau kuat-kuatkan dalam mengafani kepalaku sehingga aku dapat melihat wajah anak-anakku dan kaum keluargaku sebab ini adalah penglihatan terakhirku pada mereka. Adapun pada hari ini aku dipisahkan dari mereka dan aku tidakakan dapat berjumpa lagi sehingga hari kiamat." Apabila mayat dikeluarkan dari rumah, maka mayat akan menyeru, "Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi janda, maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim, janganlah menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari ini aku akan dikeluarkan dari rumahku dan meninggalkan segala yang kucintai dan aku tidak lagi akan kembali untuk selama-lamanya." Apabila mayat diletakkan ke dalam keranda, maka berkata lagi mayat, "Demi Allah, wahai jemaahku, janganlah kamu percepatkan aku sehingga aku mendengar suara ahliku, anak-anakku dan kaum keluargaku. Sesungguhnya hari ini ialah hari perpisahanku dengan mereka sehingga hari kiamat."

0 Keutamaan membaca surat al kahfi

Surat Al-Kahfi merupakan salah satu surat Al-Quran Al-Karim yang mempunyai keagungan dan keutamaan dibanding beberapa surat yang lain. Akan tetapi tidak sedikit dari kaum muslimin yang belum mengetahui keagungan dan keutamaannya, sehingga sebagian mereka jarang atau bahkan hampir tidak pernah membaca dan menghafalnya. Terlebih khusus pada hari dan malam Jumat. Mereka lebih suka dan antusias membaca surat Yasin yang dikhususkan pada malam Jumat dengan harapan mendapatkan keutamaannya. Namun sayangnya, semua hadits yang menerangkan keutamaan surat Yasin tidak ada yang Shohih datangnya dari nabi shallallahu alaihi wasallam. Demikianlah keadaan umat Islam. Tidaklah mereka bersemangat mengamalkan hadits-hadits lemah dan palsu serta tidak jelas asal-usulnya, maka sebanyak itu pula mereka meninggalkan amalan-amalan sunnah yang dijelaskan di dalam-hadits-hadits shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Adapun keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi, maka akan didapatkan oleh setiap muslim dan muslimah yang membacanya dengan niat ikhlas demi mengharap wajah dan ridho Allah, mengimani dan menghayati makna-maknanya serta berusaha mengamalkan hukum dan pelajaran yang terkandung di dalamnya sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam. Berikut ini kami akan sebutkan hadits-hadits shohih tentang keutamaan surat Al-Kahfi. Hadits Pertama: عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :« مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ » Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.” (Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan nomor.5792) DERAJAT HADITS: Hadits ini derajatnya SHOHIH. Al-Hakim berkata: “Isnad Hadits ini shohih, akan tetapi imam Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya”. Syaikh Al Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Shohih Al-Jami’ no. 6470, dan Shohih At-Targhib wa At-Tarhib I/180 no.736). Hadits Kedua: عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ » وفي رواية ـ من آخر سورة الكهف ـ Dari Abu Darda’ radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: “(sepuluh ayat terakhir) dari surat Al-Kahfi.” (Diriwayatkan oleh Muslim I/555 no.809, Ahmad V/196 no.21760, Ibnu Hibban III/366 no.786, Al-Hakim II/399 no.3391, dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman V/453 no.2344). DERAJAT HADITS: Hadits ini derajatnya SHOHIH. Syaikh Al Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582). Dan di dalam hadits lain dijelaskan maksud daripada perlindungan dan penjagaan dari fitnah Dajjal ialah sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ [ فَإِنَّهَا جِوَارُكُمْ مِنْ فِتْنَتِهِ ] “…maka barangsiapa di antara kalian yang menjumpai Dajjal, hendaknya ia membacakan di hadapannya ayat-ayat pertama surat Al-Kahfi, karena ayat-ayat tersebut (berfungsi) sebagai penjaga kalian dari fitnahnya.” (SHOHIH. Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shohihnya bab Dzikru Dajjal, IV/2250 no.2937, dan Abu Daud II/520 no.4321, dari jalan Nawas bin Sam’an radhiyallahu anhu). Hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582, Tahqiq Misykat Al-Mashobih III/188 no.5475, dan Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud IX/321 no.4321. Hadits Ketiga: عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من قرأ سورة الكهف كما أنزلت ، كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة ، ومن قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه ، ومن توضأ ثم قال : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، كَتَبَ فِي رَقٍّ ثُمَّ طُبِعَ بِطَابَعٍ فَلَمْ يُكْسَرْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ» Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi sebagaimana diturunkannya, maka surat ini akan menjadi cahaya baginya pada hari Kiamat dari tempat tinggalnya hingga ke Mekkah. Dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terkahir dari surat Al-Kahfi lalu Dajjal keluar (datang), maka Dajjal tidak akan membahayakannya. Dan barangsiapa berwudhu lalu ia mengucapkan; “SUBHAANAKALLOHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA” (artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq diibadahi selain Engkau, aku memohon ampunan dan aku bertaubat kepada-Mu), maka ia akan ditulis pada lembaran putih yang bersih, kemudian dicetak dengan alat cetak yang tidak akan robek sampai hari Kiamat.” (Diriwayatkan oleh An-Nasa’i di dalam ‘Amal Al-Yaumi wa Al-Lailati no.81 dan 952, Ath-Thobroni di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath II/123 no.1455, dan Al-Hakim I/752 no.2072 dan beliau berkata; hadits ini Shohih sesuai dengan syarat imam Muslim, akan tetapi keduanya (maksudnya imam Bukhori dan Muslim) tidak mengeluarkannya (di dalam kitab Shohih keduanya, pent)). DERAJAT HADITS: Hadits ini derajatnya SHOHIH. Syaikh Al-Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah VI/312 no.2651). Demikianlah beberapa hadits shohih tentang keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi. Mudah-mudahan kita semua diberi kemudahan oleh Allah untuk dapat mengamalkannya dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

0 16 cara Kematian yang Diinginkan

1.Mengucapkan kalimat syahadat ketika wafat. Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: “Siapa yang pada akhir hidupnya mengucapkan kalimat La ilaaha illallah maka ia dimasukkan ke dalam syurga.” (Hadis Riwayat Hakim). 2.Ketika wafat dahinya berkeringat. Ini berdasarkan hadis dari Buraidah Ibnul Khasib. Adalah Buraidah dahulu ketika di Khurasan, melihat saudaranya yang tengah sakit, namun didapatinya ia sudah wafat dan terlihat pada jidatnya (dahi) berkeringat, kemudian dia berkata: “Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda: Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya.” (Hadis Riwayat Ahmad, an-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas’ud) 3.Wafat pada malam Jumaat. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW bermaksud: “Tidaklah seorang Muslim yang wafat pada hari Jumaat atau pada malam Jumaat kecuali pastilah Allah menghindarkannya dari seksa kubur.” (Hadis Riwayat Ahmad) 4.Mati syahid di dalam medan perang. 5.Mati dalam peperangan fisabilillah. Rasulullah bersabda, maksudnya: “Apa yang kalian kategorikan sebagai orang yang mati syahid di antara kalian? Mereka menjawab: “Wahai Rasulullah yang kami anggap sebagai orang yang mati syahid adalah siapa saja yang mati terbunuh di jalan Allah. Baginda bersabda: “Kalau begitu umatku yang mati syahid sangatlah sedikit. Kalangan sahabat kembali bertanya: “Kalau begitu siapa sajakah dari mereka yang mati syahid wahai Rasulullah?” Baginda menjawab: “Sesiapa yang terbunuh di jalan Allah, yang mati sedang berjuang di jalan Allah dan yang mati kerana penyakit kolera, yang mati kerana penyakit perut (iaitu disebabkan penyakit yang menyerang perut seperti busung lapar atau sejenisnya), dialah syahid dan orang-orang yang mati tenggelam, dialah syahid.”(Hadis riwayat Muslim, Ahmad dan al-Baihaqi) 6.Mati disebabkan penyakit kolera. Mengenai ini banyak hadis Rasulullah s.a.w meriwayatkan antaranya sebagai berikut: Rasulullah bersabda, maksudnya: “Penyakit kolera adalah penyebab mati syahid bagi setiap Muslim.” (Hadis riwayat Bukhari, ath-Thayalusi dan Ahmad) 7.Mati karena tenggelam. 8.Mati karena tertimpa runtuhan/tanah. Dalil dari dua perkara di atas adalah berdasarkan sabda Rasulullah bermaksud: “Kalangan syuhada itu ada lima; orang yang mati karena wabah kolera, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa runtuhan bangunan dan syahid berperang di jalan Allah.” (Hadis riwayat Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dan Ahmad) 9.Perempuan yang meninggal kerana melahirkan anak. 10.Mati terbakar. 11.Mati kerana penyakit busung perut. Mengenai kedua perkara ini banyak sekali riwayat dan yang paling masyhur adalah dari Jabir bin Atik secara marfu’: “Kalangan syuhada ada tujuh: Mati terbunuh di jalan Allah, karena penyakit kolera adalah syahid, mati tenggelam adalah syahid, karena busung lapar adalah syahid, karena penyakit perut keracunan adalah syahid, karena terbakar adalah syahid dan yang mati karena tertimpa runtuhan (bangunan atau tanah gelongsor) adalah syahid serta wanita yang mati ketika hamil adalah syahid.” (Hadis riwayat Imam Malik, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad) 12.Mati karena penyakit Tubercolosis (TBC). Ini berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w, maksudnya: “Mati di jalan Allah adalah syahid dan perempuan yang mati ketika melahirkan adalah syahid, mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati karena penyakit TBC adalah syahid dan mati karena penyakit perut adalah syahid.” (Hadis riwayat Thabrani) 13.Mati karena mempertahankan harta dari perampok. “Sesiapa yang mati karena mempertahankan hartanya (dalam riwayat lain; Sesiapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia terbunuh) adalah syahid.” (Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad) 14.Mati dalam membela agama dan jiwa. “Sesiapa mati terbunuh dalam membela hartanya, dia mati syahid; siapa saja yang mati dalam membela keluarganya, dia mati syahid; sesiapa mati dalam membela agama (keyakinannya), dia mati syahid dan siapa saja yang mati mempertahankan darah (jiwanya) dia syahid.” 15.Mati dalam berjaga-jaga (waspada) di jalan Allah. Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: “Berjaga-jaga (waspada) di jalan Allah sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa selama sebulan dengan mendirikan (sholat) pada malam harinya. Apabila dia mati, mengalirkan pahala amalannya yang dahulu dilakukannya dan juga rezekinya serta aman dari seksa kubur (fitnah kubur).” 16.Orang yang meninggal ketika mengerjakan amal soleh. Semoga kematian kita dalam husnul khatiimah.

0 Anak Kecil Bisa Hafal Al-Qur'an, Subhanallah !

Doktor Sayid Muhammad Husein Thabathaba’i Anak termuda yang hafal seluruh Al Quran, penerjemah Al Quran termuda dan pelajar Hauzah Ilmiah Qom yang paling belia. Anak pertama yang mampu menyampaikan semua keinginan dan percakapannya sehari-hari dengan menggunakan ayat-ayat suci Al Quran. Anak pertama yang berhasil menghafal seluruh Al Quran dengan metode isyarat. Anak pertama yang bisa dengan mudah menghubungkan satu ayat dengan lainnya dan menafsirkan ayat Al Quran dengan cara itu. Anak pertama yang dapat menjawab semua pertanyaan dengan menggunakan ayat-ayat suci Al Quran. Anak pertama dari negeri Iran yang berhasil memperoleh titel Doktor kehormatan dari salah satu universitas Inggris di usianya yang ketujuh. Universitas Islam Hijaz Dengan ini dinyatakan bahwa Sayyid Muhammad Husein Thaba thaba’i telah lulus dalam ujian “Ilmu Menghafal Al Quranul Karim” yang diselenggarakan oleh Tim Penguji Universitas Islam Hijaz. Karena itu ia dinyatakan berhak untuk meraih titel doktor kehormatan. 21 Syawal 1418 - 19 Februari 1998 Allamah Pir Faidh Al-Aqtab Shiddiqi Pakar Hukum, Pejabat Kejaksaan dan Rektor Universitas Anak 5 tahun Iran dapat PhD Hafal Quran dan Understanding Doktor Sayid Muhammad Husein Thabathaba’i Anak termuda yang hafal seluruh Al Quran, penerjemah Al Quran termuda dan pelajar Hauzah Ilmiah Qom yang paling belia. Anak pertama yang mampu menyampaikan semua keinginan dan percakapannya sehari-hari dengan menggunakan ayat-ayat suci Al Quran. Anak pertama yang berhasil menghafal seluruh Al Quran dengan metode isyarat. Anak pertama yang bisa dengan mudah menghubungkan satu ayat dengan lainnya dan menafsirkan ayat Al Quran dengan cara itu. Anak pertama yang dapat menjawab semua pertanyaan dengan menggunakan ayat-ayat suci Al Quran. Anak pertama dari negeri Iran yang berhasil memperoleh titel Doktor kehormatan dari salah satu universitas Inggris di usianya yang ketujuh VCD ini menjadi bukti bagi mereka yang ragu akan keagungan para penghafal Al Qur’an . Suasana dalam ruangan itu mendadak hening …para syaikh, hafidz, mufassir & jamaah lainnya menahan pembicaraan. Perhatian mereka tertuju pada sosok bocah yang sedang duduk bersila dengan tenang …dihadapan mereka . Tatapan matanya yang bulat & jernih menyapu ratusan hadirin yg berjubel…. wajahnya yg polos tampak berseri…memancarkan kharisma yg kuat …. senyumnya tipis membuat gemas siapapun yg memandang. Ya bocah itu bukan bocah biasa…sejak beberapa bulan terakhir… ia menjadi buah bibir kaum muslimin Iran. Dalam usianya yg masih balita (5 thn) ia sudah hafal Al Quran beserta maknanya. Bahkan dalam kesehariannya ia berbicara dengan bahasa Al Quran. Namanya Muhammad Husein bin Thoba Thoba’i . Di depan namanya ada kata Sayyid….itu artinya ia termasuk salah satu Zurriyat Rasululloh ….orang2 menjuluki The Amazing Child …Si Bocah Ajaib . Duduk di sampingnya adalah sang Ayah …Sayyid Thoba Thoba’i …sedang berbicara … Seperti saudara2 ketahui…anak saya telah hafal Al Quran di usia balita lengkap dgn terjemahannya. Kami mengajarkan Al Quran sejak ia berumur 2 tahun 4 bulan. Sebagian kami sendiri yang mengajarkannya dan sebagian yang lain, dia menguasai sendiri ….. misalnya berbicara dgn bahasa Al Quran. Alhamdulillah dia bisa dgn sendirinya . Ia selalu berbicara dgn bahasa Al Quran baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Jika dibacakan sebuah kalimat dari Al Quran, ia mampu menjelaskan bahwa kalimat itu ada dalam surah ini, ayat sekian, juz sekian & berada di halaman sekian. Ia juga hafal tulisan yang berada diawal halaman & 5 halaman berikutnya. Bahkan ia hafal kalimat atau ayat2 yg serupa secara lafadz & maknanya. Sekarang saudara dapat bertanya langsung kepadanya tentang suatu ayat, dan tanyakan itu surah apa, ayat berapa & di juz berapa. Atau bacakan kepadanya suatu terjemahan ayat, lalu minta kepadanya untuk menyebutkan ayatnya atau menanyakan suatu tema dalam Al Quran, Insya Alloh ia dapat menjelaskannya. Seorang jama’ah langsung mengangkat tangannya …tanpa dipersilahkan lebih lanjut ia bertanya dengan membaca sebuah ayat ….lantas sang ayah membacakan kembali ayat tsb kepada Husein ….. “Wa atainahul hukma shabiyya …ayat ini di surat apa ? “ tanya sang ayah …dengan spontan Husein menjawab : “ Surah Maryam “ “ Juz berapa ? “ “ Juz ke 16 “ “ Terletak dihalaman berapa dalam surah Maryam ? “ “ Dihalaman pertama “ “ Apa arti ayat tsb ? “ “ Dan kami telah anugerahkan hukum kepadanya ketika masih dalam gendongan “ “ Ahsantum ! ….Bagus ! “ kata sang ayah …..” Sekarang bacalah beberapa ayat setelahnya “ perintah sang ayah . Maka si bocah meneruskannya hingga 3 surah selanjutnya ……..untaian firman Alloh itu mengalir lancar dari bibirnya.suaranya jernih …lafadznya fasih …hadirin menahan nafasnya . Sang ayah kembali bertanya : “ Dalam Al Quran terdapat ayat yg menyebutkan bahwa Nabi Isa yg masih bayi berdialog dengan umat seperti orang dewasa …Nah ayat ini ada di surah apa ? “ “ Di surah Ali Imron Juz ke 3 “ “ Sebutkan ayatnya “ kata sang ayah Sayyid Husein membacanya dgn lancar …dilanjutkan dgn artinya . Lalu Sayyid Thoba Thoba’I kembali memuji putranya : “ Bagus , semoga Alloh memberkatimu “ Sementara itu seorang guru membacakan surah Al Qur’an yang kemudian dibacakan kembali oleh sang ayah . “ Wakhfidh lahuma janahadz dzulli ….ayat itu ada di surah apa ? “ tanya sang ayah . Tanpa berfikir panjang Sayyid Husein menjawab : “ Al Isro “ “ Juz berapa ? “ “ Ke 15 “ “ Dihalaman berapa ? “ “ Ke 3 “ “ Sekarang ucapkan artinya “ “ Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dgn penuh kesayangan dan ucapkanlah : Wahai Tuhanku kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil “ ( Al Isro : 24 ) “Lanjutkan ayat2 berikutnya “ pinta sang ayah lagi . Lagi2 dgn suaranya yang jernih , ia membacakan surah Al Isro hingga 2 ayat berikutnya . Hadirin mulai tidak tenang …mereka terus menerus mengucapkan lafadz takjub “ Masya Allooooh “ . Pertanyaan tak berhenti sampai disitu …hadirin semakin penasaran …seseorang yg tampaknya sengaja datang dari jauh …sengaja datang hanya untuk melihat keajaiban itu . Ia bertanya berdasarkan ayat Al Qur’an yg ia buka secara acak . “ Wahai sayyid , surah apakah yg saya bacakan ini …. Tsumma qila lahum aina ma kuntum tusyrikun ? “ “ Az Zumar “ kata sayyid Husein sambil tersenyum “ Juz berapa ? “ “ Ke 24 “ “ Di halaman berapa dalam Az Zumar ? “ “ 8 “ “ Apa arti kata Zumaro ? “ “ Berbondong – Bondong “ “ Bacalah kembali ayat tadi & lanjutkan dgn ayat berikutnya “ Dengan lancar Sayyid Husein membaca ayat tsb ….dan semua orang terpana. Sosok bocah ini seakan bersinar …menerangi hati kaum muslimin yg hadir ….ia memancarkan kharisma & kewibawaan …yang membuat orang lain mencintai dia. Diantara hadirin …ada yg menitikkan air mata krana terharu ….ada pula yg sibuk membolak balik Al Quran untuk mencocokkan apa yg diucapkan si bocah . Kembali seorang jama’ah yg ahli computer bertanya : “ Di dalam Al Qur’an terdapat angka 3, 4, 5 & 6 …nah surat apa & ayat berapa itu ? “ Seperti komputer canggih …tanpa berfikir lagi Sayyid Husein menjawab yg artinya : “ Nanti ( ada orang yg akan ) mengatakan ( jumlah mereka ) adalah 3 orang , yang ke 4 adalah anjingnya & mengatakan ( jumlah mereka ) adalah 5 orang , yang ke 6 adalah anjingnya . ( Al Kahfi : 22 ) . Mendengar jawaban Sayyid Husein ....hadirin serentak melafadzkan : Masya Alloh …Lahawla wala kuwata illa billah .. Betapa tidak , seorang pakar komputer sekalipun perlu beberapa waktu untuk menemukan ayat tsb ..paling tidak beberapa menit …tapi Sayyid Husein dapat langsung menjawabnya . Jama’ah yg tadi seakan tidak puas …Ia kembali bertanya : “ Apakah ada ayat lain yg menyebutkan angka selain 3, 4, 5, 6 ? “ Setelah beberapa detik …Sayyid Husein menjawab : “ Dengan 5000 malaikat yg memakai tanda , itu surah Ali Imron ayat 125 “ “ Adakah angka yg lebih dari itu ? seperti 100.000 bahkan diatasnya ? “ “ Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih , itu surah As Shoffat : 147 “ Masya Alloh …..teriak jamaah berbarengan . Di sela-sela dialog tsb …Sayyid Thoba Thoba’I bercerita bagaimana Al Qur’an sangat mewarnai tingkah polah putranya tsb . Seseorang pernah bercerita kepada kami bahwa dirinya memohon doa darinya & dijawabnya dgn membaca ayat : Saufa Astagfiru Lakum Robbi … kemudian orang itu menyinggung masalah taufiq dan dijawabnya : Wa ma taufiqi illa billah …alaihi tawakaltu wa ilaihi unibu … Kemudian beberapa minggu lalu ..Al Haj Ali …seorang hafidz …datang bertamu ke rumah kami untuk bertemu & menguji kemampuannya . Diakhir pertemuan itu ..beliau mengajaknya untuk menghadiri sebuah acara , beliau bertanya : “ Apakah kamu mau menghadirinya ? “ ia menjawab : “ Kalau ayahku mengizinkan …aku akan datang ….” Ulama itu kembali berkata : “ Aku akan membelikan kamu baju bagus supaya kamu kenakan, apakah kamu senang dengannya ? “ Anak saya menjawab : “ Walibasut Taqwa Dzalika Khair ( Pakaian Taqwa adalah yg Terbaik ) … mendengar ayahnya menceritakan hal ini …Sayyid Husein tersipu malu . Sayyid Thoba Thoba’i kemudian menceritakan pula bagaimana ia mendidik Sayyid Husein .Dengan merendah ia berkata : “ Sebenarnya saya sebagai seorang ayah tidak pantas berpesan sebagaimana yg anda inginkan . Tetapi disini saya atas nama seorang pengajar Al Quran akan berpesan kepada para bapak & ibu …bagaimana saya mengajarkan Al Quran kepadanya .Yaitu pada awalnya para bapak ibu sendiri ….harus memiliki perhatian khusus terhadap Al Quran . Di rumah harus sering membaca Al Quran …kalau tidak …jangan harap anak2 menjadi seorang penghafal Al Qur’an ..menjadi Qori yang mampu memahami makna Al Qur’an .Saya di rumah membiasakan berbicara menggunakan bahasa Al Qur’an dgn Husein , demikian juga ibunya ( yg setiap hari harus membaca Al Qur’an ) ….apalagi sbg hafidz …setiap hari kami harus membaca 2 Juz kurang lebih . Selaras dgn keahliannya di dunia, dia berada dalam lingkungan rumah yg Qur’ani... berdialogpun dgn Al Qur’an & pada akhirnya dia akan mengikuti lingkungannya …..maka pelajarilah Al Qur’an .Di bagian akhir dialog , jama’ah meminta Sayyid Husein untuk memberikan sedikit nasihat . Sambil tersenyum dia berkata : “ Dan perintahkanlah kepada keluargamu ( untuk ) mendirikan Sholat “ Surah Thoha : 132 …Subhanalloh ….! Demikian tayangan sekitar 20 mnt VCD berjudul “ The Amazing Child “ produksi thn 2007 . Siapapun yg menyaksikan ini, tentu hatinya akan tergugah & menjadikannya sebagai tauladan dalam kehidupan sehari-hari.